Nikolaus Loy
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.

Nikolaus Loy

E-Learning Project
 
HomeLatest imagesSearchPortalRegisterLog in

 

 AS vs Negara Latin

Go down 
AuthorMessage
rizal

rizal


Male Number of posts : 14
Age : 39
Nama : MG Noviarizal DF
NIM : 151 030 045
Mata Kuliah : Teori HI
Registration date : 2007-02-26

AS vs Negara Latin Empty
PostSubject: AS vs Negara Latin   AS vs Negara Latin Icon_minitimeWed Mar 14, 2007 10:46 am

Chavez "Ganggu" Kunjungan Bush




GUATEMALA CITY, SENIN - Presiden Amerika Serikat George W Bush membicarakan masalah imigrasi dan perdagangan bebas, Senin (12/3), dengan Presiden Guatemala Oscar Berger sebagai bagian dari rangkaian tur ke lima negara Amerika Latin. Kunjungan ini ditandai dengan demonstrasi anti-AS.

Presiden Venezuela Hugo Chavez kembali membayangi Bush di negara tetangga Guatemala, Nikaragua. Hari Senin, Bush mengunjungi sebuah koperasi pertanian di kota Chirijuyu, yang mengkhususkan diri pada tanaman sayur-mayur untuk ekspor ke AS. Dengan Presiden Guatemala Oscar Berger, Bush membicarakan isu-isu imigrasi dan perdagangan.

Hari Sabtu lalu, Bush mengatakan AS harus membantu orang-orang seperti para anggota koperasi Guatemala membangun sebuah kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka. "Dengan melakukan itu, kita akan meningkatkan standar hidup bagi semua warga negara kita, memperkuat demokrasi di belahan bumi kita, dan memajukan tujuan perdamaian," kata Bush.

Berger meminta Bush untuk menerapkan sebuah moratorium sementara AS mengenai deportasi imigran gelap Guatemala. Pemerintahan Bush dan Kongres AS mencoba mencari solusi yang lebih lestari terhadap semua masalah imigrasi itu.

"Gringo"

Di Leon, Nikaragua, Presiden Venezuela Hugo Chavez hari Minggu malam menyerukan ucapan anti-Bush-nya "gringo go home" dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Nikaragua Daniel Ortega di hadapan ribuan pendukung yang bersorak-sorai.

Dalam tur ke lima negara Amerika Latin ini, Bush dibayangi Chavez. Chavez memandang Bush sebagai musuh ideologinya. Chavez bertekad menghidupkan kembali sebuah oposisi sosialis global terhadap Amerika Serikat.

Saat Bush meneruskan perjalanannya dari Kolombia ke Guatemala hari Minggu malam, Chavez dan Ortega pergi ke kota Leon. Di sana mereka meletakkan karangan bunga pada malam penyair Ruben Dario. Chavez mengumumkan bahwa Venezuela akan membangun sebuah pengilangan minyak baru di dekat kota itu.

Disambut sorak-sorai ribuan orang, Chavez mengatakan tur Bush itu merupakan sebuah kegagalan. "Orang Amerika Latin mengatakan kepada Anda, ’Gringo’, pulang sajalah!" katanya.

Ketika mantan musuh AS, Ortega, terpilih kembali menjadi presiden bulan Januari setelah 17 tahun, Chavez menjanjikan Nikaragua bantuan dan investasi, termasuk bantuan tunai, minyak dengan syarat lunak, pengilangan dan pabrik-pabrik.

Chavez tiba di Nikaragua hari Minggu malam, memberi salam Ortega dengan hangat sambil menyindir Bush dengan mengatakan, "Hari ini kepala imperialis mencoba memadamkan api Sandinista, Bolivar, dan kebebasan yang merebak di tanah-tanah ini. Namun, dia (Bush) tidak bisa berhasil di tanah ini maupun di ribuan tempat lainnya."

Chavez telah membayangi Bush praktis sejak awal perjalanannya. Ketika Bush berada di Uruguay hari Jumat lalu, Chavez mengadakan sebuah rapat umum anti-AS besar-besaran di Argentina yang merupakan negara tetangga Uruguay.

Ketika Bush terbang ke Kolombia hari Minggu, pemimpin Venezuela itu muncul di Bolivia, memberikan serangkaian serangan kata-kata anti-Amerika. Dia mengulangi tuduhannya bahwa AS mencoba membunuh dia dan sekutu dekatnya, Presiden Bolivia Evo Morales, tuduhan yang telah disangkal AS.

Kini Bush di Managua, Chavez mengatakan Washington tidak bisa membendung gelombang revolusioner karena "kekaisaran telah melemah dan mendekati senjanya".

Sedangkan Ortega mengatakan janji Bush untuk membantu Amerika Latin hanya bisa dipercaya kalau AS mengakhiri perang di Irak dan menggunakan dana penghematan itu untuk diinvestasikan di belahan bumi tersebut.

"Kalau kebijakan AS tak berubah, kami tak bisa memercayai pesan yang coba disampaikan Presiden AS kepada Amerika Latin," katanya. (AP/AFP/DI)

Berita di atas merupakan kutipan langsung dari kompas.com.

Pertanyaannya, mampukah negara-negara di Amerika Latin yang beraliran kiri membendung pengaruh Amerika Serikat di region tersebut? Akankah persekutuan sosialis baru tersebut dapat bertahan lama di tengah kuatnya arus globalisasi dengan semangat liberal di belakangnya?
Back to top Go down
 
AS vs Negara Latin
Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Nikolaus Loy :: Lobby :: Obrolan Umum-
Jump to: